Ternyata Beginilah Kisah Asal mula Aek Pining di Batang Toru, Tapanuli Selatan.
Aek Pining tutur Junaidi Sumastro atau Mbah Kakung saat ini menjabat sebagai Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan/LPMK, beliau yang saat ini telah berusia 69thn, bercerita pada Tim Bantudesa di tengah-tengah kesibukannya bertani, dari beliaulah sedikitnya informasi sejarah bermula penggunaan nama Aek Pining kami dapatkan.
“Aek Pining sebelum terbentuk Kelurahan bahkan belum menjadi suatu desa masih berbentuk suatu kampung, dulunya di ujung kampung ini tepatnya dibelakang rumah seorang mantan Kepala Desa yang kedua bernama Husin Hasibuan di era tahun 60-an, disana di belakang rumahnya banyak tumbuh pohon Pining(Pinang)dari sanalah sumber Air atau Aek dalam bahasa Bataknya berasal, hingga sekarang Air (Aek) tersebut masih mengalir dan melintasi di aliran parit yang ada di samping kantor Lurah Aek Pining saat ini, dan bahkan dapat kita lihat dijalan lintas Sibolga menuju Batang Toru terdapat jembatan yang dibangun di atas lintasan parit aliran air asal sumber air dari kumpulan tanaman pining (pinang)” dijelaskan beliau.
Kenapa kata Pining ? ungkap Mbah Kakung sebutan buat Junaidi Sumastro, kata yang diambil sebagai sebutan buat nama Desa Aek Pining ini diambil dari kata Pining atau Pinang, kenapa diambil nama Pining karena pohon pining sifatnya lurus tegak menjulang tinggi ke atas, Artinya apa ? Pesan moralnya jujur, ora neko-neko bahasa Jawanya, pohon pining walaupun tumbuh dan terjepit satu sama lain tetap lurus menjulang ke atas,itulah asal muasalnya sebutan Aek Pining bermula, hingga kini aliran air Aek Pining masih dapat kita saksikan mengalir di samping Kantor Lurah Aek Pining saat ini dijelaskan beliau pada Tim Bantudesa, sebaiknya Anda tahu. (Tim Bantudesa-Zulham)
Layanan 